Pemkot Kotamobagu Bersama Stafsus Gelar Rapat Serap Aspirasi Masyarakat

Lintasindonesia.id, KOTAMOBAGU – Menyikapi Keluhan dan laporan dari masyarakat, Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Asisten I Sahaya Mokoginta, gelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Staf Khusus (Stafsus) Wali Kota Kotamobagu, guna membahas problem serta menyatukan persepsi dalam menghadirkan kebijakan yang benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat.

Ginalum Parfum ( Lokal Brand indonesia )

Rapat yang digelar pakan lalu, Februari 2026 juga dihadiri Staff khusus Wali Kota Kotamobagu diantaranya Widdy Mokoginta, Supardi Bado, Kasat POL-PP Nasli Paputungan, Kadis Kominfo M Fahry Damopolii dan Dinas terkait lainya.

Sahaya Mokoginta mengatakan pertemuan penting ini untuk tegakan Perda dan menyatukan persepsi dalam menghadirkan kebijakan yang benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat.

“Dalam rapat ini dibahas bagaimana pemerintah menyikapi berbagai isu publik yang berkembang, sekaligus memastikan kesiapan dalam menjalankan kebijakan yang berkeadilan, tegas, dan tetap humanis. Intinya, pemerintah harus terus responsif terhadap dinamika masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Ini Makna Logo dan Tema HUT Ke-76 RI serta Pedoman Untuk Pemerintah Daerah 

Adapun salah satu topik yang dibicarakan bersama Stafsus walikota Kotamobagu adalah ketertiban umum yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja. Peran mereka berada di garis depan dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat, namun juga dihadapkan pada kondisi lapangan yang rentan terjadi gesekan. Karena itu, penegakan Peraturan Daerah harus tetap dilakukan sesuai aturan, tetapi dengan pendekatan yang lebih persuasif dan humanis. Tegas, namun tetap mengedepankan rasa kemanusiaan,” tegas Sahaya.

Selain itu, lanjutnya Rapat ini juga membahas pemanfaatan Pasar Genggulang, termasuk ketersediaan fasilitas yang memadai agar pedagang dan pembeli merasa nyaman saat bertransaksi.

Langkah ini sekaligus menjadi solusi untuk mengurai kepadatan di Pasar 23 Maret yang saat ini sudah sangat sempit, agar aktivitas jual beli bisa lebih tertata dan merata.

Pertemuan tersebut juga membahas soal Hajatan di tiap desa kelurahan, paling banyak dikeluhkan soal penggunaan jalan untuk pembuatan Kanopi, serta sambutan dan foto bersama yang terlalu menyita waktu. Ke depan, akan diatur agar hajatan tetap terlaksana dengan baik namun efisien waktu dan tidak menggangu aktivitas umum.

Baca Juga:  Terus Jalin Silaturahmi, Bupati Limi bersama Forkopimda Hadiri Halal Bihalal di Desa Mopuya

Lebih lanjut yang menjadi perhatian pemerintah soal fasilitas publik, seperti jalan rusak, penerangan jalan, persiapan menyambut Ramadhan, rumah ibadah dan lainnya.

“Pemerintah akan berupaya maksimal meski di tengah keterbatasan anggaran karena efisiensi saat ini. Semoga hasil rapat ini benar-benar dapat diwujudkan dalam langkah nyata Pemerintahan Wali Kota Dokter Weny Gaib dan Wakil Wali kota Rendy Virgiawan,”harapnya. (***)

Tinggalkan Balasan