Kepala Desa (Sangadi) Bilalang Satu, Hj. Badaria Mokoginta, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kepedulian untuk memastikan warga lanjut usia tetap aktif, sehat, dan bermakna.
“Sekolah Lansia Mototabian adalah gagasan asli Pemerintah Desa Bilalang Satu. Di sini kami memberikan ruang bagi para lansia agar tetap produktif — belajar hal baru, berkarya kerajinan tangan, mendapat pemeriksaan kesehatan, saling berdiskusi, serta mempererat silaturahmi. Tujuannya agar para lansia tidak terpinggirkan, melainkan tetap dihargai dan berbahagia,” ujar Badaria.
Ia menambahkan, keberhasilan ini adalah buah kerja sama seluruh elemen masyarakat.
“Kemenangan ini merupakan wujud sinergi yang kuat antara aparat desa dan seluruh warga. Ini bukan kemenangan satu orang, melainkan kemenangan kita semua,” tegasnya.
Prestasi ini pun mendapat apresiasi tinggi dari jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Kotamobagu melalui Kepala Bidang Litbang, Rum Mokoagow, S.IP, menyampaikan kekaguman atas inovasi yang ditampilkan.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang lahir dari Desa Bilalang Satu melalui program Sekolah Lansia Mototabian. Gagasan ini sederhana namun memiliki dampak yang sangat luas dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Inilah wujud nyata bahwa inovasi bisa tumbuh dari tingkat paling bawah, dan kami berharap dapat menjadi inspirasi bagi desa dan kelurahan lainnya,” ungkap Rum Mokoagow.
Dengan kemenangan ini, Desa Bilalang Satu membuktikan bahwa ide yang tulus, terarah, dan menyentuh kebutuhan masyarakat dapat menembus keunggulan bahkan di tengah persaingan dengan instansi yang lebih besar. (**)















![design_lake-view-featured_706K[1]](https://i0.wp.com/lintasindonesia.id/wp-content/uploads/2015/12/design_lake-view-featured_706K1.jpg?resize=246%2C178&ssl=1)