Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib mengungkapkan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap langkah strategis ini demi menjamin keamanan konsumsi warga.
Mengingat BBPOM belum memiliki gedung permanen di wilayah tersebut, Pemkot telah mengarahkan penggunaan salah satu aset daerah untuk dijadikan kantor dengan status pinjam pakai.
“Hal ini dilakukan sebagai langkah percepatan karena BBPOM belum memiliki gedung kantor permanen di Kotamobagu. Harapannya, kehadiran kantor ini memudahkan pengawasan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat terkait apa yang mereka konsumsi,” ujar Wali kota.
Sementara itu, Kepala BBPOM Manado, Hermanto, menjelaskan bahwa pembentukan kantor operasional tersebut merupakan respons atas tingginya kebutuhan masyarakat akan kehadiran negara dalam melakukan pengawasan langsung terhadap produk obat dan makanan di daerah.
“Tujuannya supaya lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan memudahkan koordinasi dengan Pemko serta kabupaten-kabupaten yang ada di sekitar sini. Kami akan memberikan edukasi ke masyarakat serta pendampingan kepada pelaku usaha untuk meningkatkan perekonomian,” ucap Hermanto.
Ia menambahkan, kehadiran kantor BBPOM di Kotamobagu nantinya akan mencakup berbagai poin strategis, mulai dari pengawasan ketat terhadap sektor UMKM, koperasi desa, hingga badan gizi.
Selain itu, BBPOM juga akan melakukan pemeriksaan rutin di apotek, rumah sakit, dan puskesmas guna memastikan keamanan obat-obatan yang beredar. Tak hanya itu, pelaku usaha lokal juga akan difasilitasi dalam pengurusan izin edar produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
BBPOM juga akan turut mendampingi pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), guna memastikan setiap produk yang dikonsumsi, khususnya oleh anak-anak sekolah, memenuhi standar keamanan dan kualitas.
Tak kalah penting, BBPOM akan berperan aktif dalam mendampingi unit usaha Koperasi Desa Merah Putih, termasuk melakukan pengawasan terhadap fasilitas cold storage di wilayah pesisir, guna menjaga kualitas rantai distribusi pangan tetap optimal.
Dengan adanya kantor operasional BBPOM di Kotamobagu, diharapkan pengawasan terhadap produk obat dan makanan semakin maksimal, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat. (**)














