Poltekkes Manado Gelar Penelitian Diabetes Lewat Diet Pangan Lokal di Kotamobagu

Selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 April 2026, tim peneliti menggelar pelatihan modifikasi diet menggunakan bahan pangan lokal. Kegiatan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung perencanaan menu hingga pengolahan makanan sehat yang sesuai bagi penderita diabetes.

Peserta yang terdiri dari keluarga pasien diabetes melitus se Kotamobagu selatan ini tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka dibekali pemahaman tentang pentingnya pengaturan pola makan, pemilihan bahan pangan yang tepat, serta teknik memasak yang dapat menjaga nilai gizi tanpa meningkatkan kadar gula darah.

Ketua Tim Peneliti, Vera T. Harikedua SST., MPH, menjelaskan bahwa program ini berfokus pada pemberdayaan keluarga sebagai kunci utama keberhasilan pengelolaan diabetes.

Baca Juga:  Pemkab Bolmong Mendapat Penghargaan Peringkat Pertama Pengelolaan DAK 2022 Sulut

“Program pelatihan ini adalah program pemberdayaan keluarga penderita diabetes melitus yang melakukan pengolahan makanan dalam keluarga, maka kami hadir untuk melatih mereka tentang bagaimana cara mengatur energinya, kebutuhan dan porsi sesuai dengan prinsip diabetes melitus. Dengan tujuan lainnya untuk merubah sehingga mereka punya gaya hidup yang normal seperti yang tidak menderita diabetes melitus,” ujar Vera.

Ia menambahkan, hasil pelatihan ini akan diuji dalam waktu dua minggu ke depan untuk melihat sejauh mana penerapannya di lingkungan keluarga.

“Hasil praktek ini, dalam waktu dua Minggu kemudian kami akan melakukan uji coba untuk melihat apakah yang dilakukan ini diberdayakan dalam keluarga atau tidak. Karena kegiatan ini dibiayai kementerian kesehatan sehingga kami akan melihat apakah efektif atau tidak program ini,”ucapnya.

Lebih lanjut, Vera mengungkapkan bahwa program ini akan berlanjut hingga tahun 2027 dan 2028 dengan berbagai pelatihan lanjutan guna meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes.

“kedepan pada tahun 2027 dan 2028 untuk meningkatkan kualitas hidup penderita Diabetes melitus, kami akan melatih dengan berbagai program yang berkualitas dan kalau program ini berjalan dengan baik maka penelitian ini sudah bisa dikatakan membantu pemerintah kota Kotamobagu dalam mengurangi beban biaya BPJS,”tegasnya.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Kotamobagu Hadiri Rapat Timpora

“Kami berharap kota Kotamobagu di akhir desain penelitian kami di tahun 2030, akan bebas dari Diabetes Melitus dengan konsep KOPDIA, dan kalau ini mampu digerakkan maka kota Kotamobagu daerah ketiga di Indonesia yang ada gerakan anti diabetes,”harapnya.

Melalui pendekatan ini, keluarga diharapkan menjadi garda terdepan dalam mendukung keberhasilan pengelolaan penyakit diabetes melitus. Dengan memanfaatkan pangan lokal yang mudah dijangkau, program ini juga dinilai mampu menciptakan pola hidup sehat yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Poltekkes Manado dalam mendukung program transformasi kesehatan nasional, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pengendalian penyakit tidak menular di daerah.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kepatuhan diet penderita diabetes di Kota Kotamobagu semakin meningkat, sehingga mampu menekan risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh. (*/FL)

Tinggalkan Balasan